Manusia memang pemain terhebat yang pernah ada. Terkadang untuk menutupi salahnya dia bertingkah licik dengan menyembukan kesalahannya atau kadang pula dia menampakkan kesedihan untuk sekedar mencari perhatian. Pun diri ini yang tidak luput dari permainan hebat yang saya buat sendiri sebagai manusia, menutupi kesalah orang lain, mendiamkan yang tidak seharusnya saya diamkan. Membiarkan kesalahan orang yang menjadikan saya pendosa seutuhnya. Apa daya, saya pun seorang pemain yang hebat. Bisakah saya memberikan peluang bagi diri saya untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak sepantasnya untuk di tutupi? Yah saya pemain yang baik, tapi saya yakin saya punya Allah yang akan memberikan jalan untuk saya berlaku bijak dalam memainkan peran saya sebagai pemain.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar :
Posting Komentar