Minggu, 11 Oktober 2015

anonoim

Bismilllah...

I'm here again. Mewakili ekspresi yang sulit untuk terekspresikan dari raut wajah saya langsung. 
Nomor itu, kemarin kembali terpampang di layar handphone dengan jelasnya. Hanya saja memori saya yang kurang jelas mengingat hal yang benar benar melekat hingga keluar kepala saya. Yup, saya ingat dengan jelas nomor itu. Saya lupa, namanya sudah menjadi anonim tapi ada hal yang sudah setengah mati saya bentengi tapi tetap saja benteng itu benteng kertas. Saya kalah dengan berbagai upaya saya sendiri. Saya bohong kalau saya lupa, lupa semua dengan semua hal yang berkaitan dengan dia yang pernah mengakrabkan diri dengan saya. Saya berhasil menjadi pembohong yang ulung bagi diri saya sendiri, begitupun baginya. Dari inti hati terdalam, saya ingin menyampaikan berjuta maaf, berbincang dan berkata bisakah kita menjadi teman seperti dulu lagi? Dan saya tidak akan berani untuk meminta lebih dari itu. Finally, i would like to say thank you for yesterday, n semoga kita berdiri kokoh dengan tujuan dan pilihan hidup kita masing masing. with love diesa

0 komentar :

Posting Komentar